Jakarta (KABARIN) - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri berencana menaikkan porsi tilang manual menjadi 30 persen pada Operasi Patuh 2026, dari sebelumnya hanya 5 persen.
Kepala Korlantas Polri Inspektur Jenderal Polisi Agus Suryonugroho mengatakan peningkatan ini untuk meminimalisasi pelanggaran pada Operasi Zebra dan Operasi Nataru yang berjalan setelah Operasi Patuh.
"Jadi, kalau kebijakan kemarin menggunakan ETLE (tilang elektronik) dengan 95 persen dan tilang (manual) itu 5 persen. Dalam Operasi Patuh ini, kami akan sedikit tegas, bahwa 70 persen menggunakan ETLE, 30 persen kami akan tilang," katanya pada Rakernis Fungsi Lalu Lintas Polri 2026 di Gedung PTIK, Jakarta, Jumat.
Agus mengatakan bahwa Korlantas Polri bersama kementerian/lembaga terkait telah mencanangkan Hari Lalu Lintas Keselamatan Jalan.
"Ini kami dengan Pak Menteri (Menteri Perhubungan, red.) pada saat itu, tahun 2025 sudah kami canangkan," katanya.
Hari tersebut menjadi kesempatan bagi Korlantas dan seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam membentuk jalan, pengemudi, dan kendaraan yang berkeselamatan.
Korlantas Polri menggelar Rakernis Fungsi Lalu Lintas Tahun Anggaran 2026 yang mengusung tema Digitalisasi Layanan Polantas Guna Mendukung Transformasi Polri Presisi Dalam Rangka Terwujudnya Asta Cita.
Sejumlah pejabat hadir dalam acara ini, di antaranya Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman, dan Ketua MKD DPR RI Nazaruddin Dek Gam.
Selain itu, hadir pula para pemangku kepentingan Korlantas Polri, seperti Dirut Jasa Marga Rivan A. Purwantono, Dirut Jasa Raharja Muhammad Awaluddin serta Dirut PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Achmad Muchtasyar.
Sejumlah pejabat utama Mabes Polri juga terlihat hadir, di antaranya Krwasum Polri Komjen Pol. Wahyu Widada, Kabaharkam Polri Komjen Pol. Karyoto, dan Kalemdiklat Polri Komjen Pol. R.Z Panca Putra Simanjuntak.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026